cara mencari hari baik menurut hitungan jawa yang diwariskan sejak dahulu kala

Cara mencari hari baik menurut hitungan jawa yang diwariskan sejak dahulu kala

cara mencari hari baik menurut hitungan jawa yang diwariskan sejak dahulu kala
cara mencari hari baik menurut hitungan jawa yang diwariskan sejak dahulu kala

Dalam budaya Jawa ada istilah yaitu mencari hari baik. Hal ini sering dilakukan oleh orang Jawa terutama angkatan terdahulu saat akan melaksanakan suatu kegiatan/acara adat ataupun saat akan berpergian.

Tentu saja kita sebagai generasi yang hidup di masa kini mempunyai perspektif Iman yang berbeda dan pola pikir yang lebih mengandalkan nalar/logika akan semakin mengesampingkan hal itu. Akan tetapi bukan berarti melupakannya karena kita perlu melestarikan budaya nenek moyang kita. Cukup dijadikan pengetahuan.

Berikut ini akan saya sampaikan mengenai cara menghitung hari baik tersebut berdasar pengajaran dari nenek saya.

Langkah pertama yaitu kita harus tahu hari jawa dari hari yang akan kita jadikan hari suatu kegiatan/acara adat ataupun hari untuk berpergian. Pada kalender tertentu biasanya dilengkapi dengan hari jawa. Hari Jawa adalah hari yang diikuti nama pasaran (Manis,wage,kliwon,Pon,Pahing).

Setelah kita mengetahui hari jawa kemudian kita lihat pada perhitungan neptu seperti berikut :

cara mencari hari baik menurut hitungan jawa yang diwariskan sejak dahulu kala
cara mencari hari baik menurut hitungan jawa yang diwariskan sejak dahulu kala

Dalam kalender jawa tiap hari dan pasaran mempunyai nilai/angka neptu seperti yang ditampilkan pada tabel diatas.

Misalnya kita akan berpergian pada hari Rabu Pon. Kita hitung penjumlahan dari nilai hari dan pasaran. Hari Rabu nilai neptu = 7, pasaran pon nilai neptu = 7, jadi totalnya adalah 14. Kemudian kita ambil bilangan terakhir yaitu angka 4.

Langkah selanjutnya yaitu mulai menghitung menggunakan kelima jari kita dengan jempol sebagai alat penghitung yang akan dikaitkan dengan ke empat jari lainnya secara berurutan dimulai dari jari kelingking. Dengan menghitung sambil kita ucapkan pada tiap tautan jari dengan kata :

  • kelingking = Gunung
  • Jari manis = Jungkruk (Rubuh)
  • Jari tengah = Segoro (Laut)
  • Telunjuk    = Asat (Kering)

Jika cara menghitung kita benar maka hitungan ke empat akan jatuh pada telunjuk yang berarti Asat.

Hal ini berarti bahwa hari tersebut kurang baik karena asat/kering pertanda tidak baik (yang baik adalah Gunung dan Segoro). Oleh karena itu menurut orang jawa terdahulu pada hari tersebut jangan berpergian.

Selain untuk mencari hari baik cara ini juga bisa memperkirakan kecocokan hubungan kita dengan pasangan kita. Yaitu dengan cara menggabungkan jumlah neptu dari hari lahir pasangan kita dengan hari lahir kita sendiri. Misal hari lahir kita jumat wage (jumlah neptu 10),hari lahir pasangan kita senin pon (jumlah neptu 11), jika dijumlahkan hasilnya 21. Kemudian kita ambil angka bilangan terkhir = 1.

Jika kita hitung lagi dengan kelima jari kita seperti yang disampaikan diatas maka hitungan jatuh pada kelingking (Gunung). Hal ini pertanda baik karena Gunung berarti baik. Jadi bisa dikatakan hubungan kita dengan pasangan kita nantinya akan baik dan rejekinya banyak.

Nah teman  – teman itulah sedikit share pengetahuan saya tentang cara mencari hari baik menurut hitungan jawa yang diwariskan sejak dahulu kala.

Akan tetapi sebagai makhluk yang beriman dan juga berfikiran logis kita seyogyanya meyakini bahwa Tuhan menciptakan semua hari itu baik adanya.

So Just believe in God (Percayalah hanya kepada Tuhan).

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Yukk yang Ingin Belajar Bisnis/Marketing Online - Hubungi : 085693071478Disini